Bahaya tertawa yang berlebihan

memperbanyak tertawa adalah sifat tercela sebagaimana sabda Rasulullah: "Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya seandainya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui, niscaya kalian pasti akan sedikit tertawa dan banyak menangis ".

Pria idaman wanita

"Wanita itu menginginkan Pria yang mapan sebagai suami bukan karena materialis tetapi memikirkan masa depan diri dan anak-anaknya".

Mencintai tidak harus memiliki

JIKA CINTA, MAKA KITA HARUS MEMILIKINYA! JIKA TIDAK BISA MEMILIKINYA, MAKA JANGAN MENCINTAINYA.

Sunnah sholat menghadap sutrah

“Janganlah sholat kecuali menghadap sutrah, dan jangan biarkan seseorang lewat di depanmu. Jjika ia enggan dilarang maka perangilah ia, karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan)” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Keutamaan sholat tahiyatul masjid dan keburukan meninggalkannya

Shalat tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap saat, ketika seseorang masuk masjid dan bermaksud duduk di dalamnya.

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

Siapa yang kita cintai?


Minggu, 20 April 2014

APAKAH YANG TERJADI JIKA BERSENTUHAN DENGAN BUKAN MAHRAMNYA???


APAKAH YANG TERJADI JIKA BERSENTUHAN DENGAN BUKAN MAHRAMNYA???
Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram atau pasangan masing-masing di luar sana. Lihat TANDA MERAH dalam gambar di bawah.
Kajian menunjukkan bagian berwarna merah adalah peningkatan suhu yang tinggi di kawasan tersebut. Jadi berpegangan tangan, jantung seorang perempuan akan berdegup kencang karena cinta dan kasih sayang. Sedangkan lelaki berdegup di otak dan kemaluan kerana nafsu semata-mata.


Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dari Ibnu Abbas berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim).
Di dalam surat An-Nuur:30, Allah berfirman yang artinya:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.[HR Al-Bukhari no 5096]

Kunjungi Artikel menarik dan dijamin menambah wawasan di sini

Artikel Oleh : Muhammad Armansal

Jumat, 18 April 2014

Indahnya Pacaran Bikin Kamu Positif !!!



Indahnya Pacaran Bikin Kamu Positif!
Pacaran sebelum nikah bikin kami positif dapat dosa.
“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ar-Ruyani dan Al-Baihaqi)

Berkata Abu ‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali Al-Makky Al-Haitami (Az-Zawajir 2/4) bahwa: “Dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”.
“Lebih baik memegang bara api yang panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.”
Pacaran setelah pernikahan bikin kamu positif dapat pahala.
“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)
Pilih mana? Pikirkan lagi…
Artikel oleh : Muhammad Armansal - MuDas
kunjungi juga artikel lainnya di sini

Kamis, 17 April 2014

Pesankan Saya, Tempat di Neraka !!!


Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!
Sebuah kisah di musim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...


Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Di samping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.
Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! “
Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar.
Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan.
Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur.
Ia berada didekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... Mumpung kesempatan itu masih ada.
Jika SUKA, silakan BAGIkan agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ... 
Artikel oleh : Muhammad Armansal – MuDas

Rabu, 16 April 2014

Belajar Silsilah Hadits -3-


Belajar  Silsilah Hadits -3-


Hadits Mutawatir.
Secara bahasa, Mutawatir adalah isim fa’il dari at-tawatur yang artinya berurutan.
Sedangkan mutawatir menurut istilah adalah “apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad”.
Atau : “hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengarannya dan semacamnya”.
Dari beberapa definisi yang ada, dapat dirumuskan beberapa syarat yang harus ada dalam hadits muawatir, yaitu ada 4 syarat:
a) Periwayatannya didukung oleh jumlah yang banyak
b) Menurut logika dan kebiasaannya, tidak dimungkinkan para perawi bersekongkol untuk berdusta
c) Terdapat Jumlah perawi yang banyak pada setiap tingkatan, dari awal sanad sampai akhir sanad
d) Sandaran dalam periwayatan mereka menggunakan panca indra dan bukan akal.
Pembagian Hadits Mutawatir
1. Mutawatir Lafdhy adalah apabila lafadh dan maknanya Mutawatir. Misalnya hadits (yang artinya) :
“Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku (Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam) maka dia akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka”.
Hadits ini telah diriwayatkan lebih dari 70 orang shahabat, dan diantara mereka termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga.
2. Mutawatir Ma’nawy adalah maknanya yang mutawatir sedangkan lafadhnya tidak.
Misalnya, hadits-hadits tentang mengangkat tangan ketika berdoa.
Hadits ini telah diriwayatkan dari Nabi sekitar 100 macam hadits tentang mengangkat tangan ketika berdo’a. Dan setiap hadits tersebut berbeda kasusnya dari hadits yang lain.
Sedangkan setiap kasus belum mencapai derajat mutawatir. Namun bisa menjadi mutawatir karena adanya beberapa jalan dan persamaan antara hadits-hadits tersebut, yaitu tentang mengangkat tangan ketika berdo’a.
*************
Mari ber-BAGI agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ...

Kunjungi Juga Artikel Lainnya :

Artikel Oleh : Muhammad Armansal
 Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Selasa, 15 April 2014

Jangan mencela jika tidak bisa memberi karya nyata.



Jangan mencela jika tidak bisa memberi karya nyata.
Jika seseorang yang mengajak kepada kebaikan dilaknat Allah jika tidak melakukan kebaikan itu, maka bagaimana jika seseorang yang sibuk mencela orang lain yang sibuk melakukan kebaikan sementara dia sendiri yang merasa benar tidak melakukan kebaikan dari orang yang dicelanya?
Di saat kita yang mengaku pejuang Islam sibuk beretorika dengan indah di forum-forum diskusi, betapa banya umat Islam yang tidak pernah bergelut langsung sebagai aktivis dakwah, tetapi mereka sibuk membangun masjid-masjid, sekolah-sekolah, dan fasilitas umum untuk masyarakat.
Di saat kita sibuk menceritakan keindahan jika Islam nanti menjadi sistem peradaban sebagian saudara kita lebih melihat kasih dari agama lain yang penganutnya datang membawa "sembako" ketika mereka sedang mengalami musibah. Bahkan tidak sedikit yang menjual Aqidahnya karena beberapa bungkus mie instan.
Apa karya nyata yang telah dan akan kita berikan untuk umat ini?
Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? Dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam menjawab, ”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia..." (H.R. Thabrani)
Buktikan Indahnya Islam dengan Karya Nyata.
Artikel oleh : Muhammad Armansal
kunjungi juga artikel lainnya di sini

Belajar Silsilah Hadits -2-

 

Belajar Silsilah Hadits -2-


Hadits MASYHUR adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih pada setiap tingkatan sanadnya, tapi tidak mencapai derajat Mutawaatir.
Pembagian Hadits Masyhur, terbagi beberapa jenis sesuai sisi pandangnya:
**********************
I. Ditinjau dari segi diterima atau tidak :
1. Hadits Masyhur yang sahih.
2. Hadits Masyhur yang hasan.
3. Hadits Masyhur yang lemah.
**********************
II. Ditinjau dari segi posisinya, hadits Masyhur terbagi dua:
1. Masyhur muthlaq; apabila diriwayatkan dari tiga orang sahabat atau lebih.
2. Masyhur nisbiy; apabila diriwayatkan oleh banyak orang pada salah satu tingkatan sanadnya.
**********************
III. Ditinjau dari segi istilah :
1. Masyhur isthilahiy (sesuai definisi); yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih pada setiap tingkatan sanadnya, tapi tidak mencapai derajat mutawaatir.
2. Masyhur ghairu isthilahiy (tidak sesuai definisi); yaitu hadits Masyhur (terkenal) karena banyak disebutkan oleh orang sekalipun sanadnya hanya satu atau dua, atau bahkan tidak punya sanad sama sekali.
Hadits Masyhur gairu isthilahiy ada beberapa jenis:
a. Hadits yang Masyhur (terkenal) khusus di kalangan ulama hadits.
b. Hadits yang Masyhur di kalangan ahli hadits, ulama secara umum, dan orang awam.
c. Hadits yang Masyhur di kalangan ahli fiqhi (fuqahaa’).
d. Hadits yang Masyhur di kalangan ulama ushul fiqh.
e. Hadits yang Masyhur di kalangan ulama nahwu (ahli tata bahasa arab).
f. Hadits yang Masyhur di kalangan orang banyak.
g. Hadits yang Masyhur di kalangan ahli pendidikan (adab).
Wallahu a’lam!
*************
Kunjungi juga Artikel Lainnya di sini 

Artikel Oleh : Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Senin, 14 April 2014

Hadirilah dialog "muslimah inspiratif"

UNDANGAN TERBUKA !! Khusus pelajar SMP-SMA.

Untuk kamu yang ingin tahu cara mengurus & mendapatkan beasiswa  dalam dan luar negeri, 
Ingin mengetahui tantangan seorang muslimah jika kuliah di luar negeri, 
serta berbagai motivasi inspiratif lainnya.

Hadirilah DIALOG MUSLIMAH INSPIRATIF

Bersama :
- Raidah Intizar Yusuf, M.A.
Penerima Beasiswa Luar Negeri Communication & Information Sciences,
Faculty of Humanity, Tilburg University, Belanda

- Nurmasita, S.Si
Mahasiswa Program Pascasarjana
Fisiologi Kedokteran, Biomedik – Unhas
Penerima Beasiswa S2 , BPP-DN DIKTI

Ahad, 04 Mei 2014
Pukul 08.30 - 12.00
Di Masjid Jami’
Pesantren Darul Istiqomah*
Maccopa – Maros
*Dalam konfirmasi

Investasi Tiket
Rp 15.000 1 orang

Rp 25.000 2 orang

Fasilitas :
- Ilmu, Snack, Sertifikat

Pesan Tiket via SMS ketik : Nama Lengkap_SMA_Kelas_No. HP kirim ke 087 842 138 914

Batas Tgl 02 Mei 2014

Buruan Daftar Peserta Terbatas!!!

Komunitas (MuDas) Muslim Cerdas


kunjungi juga artikel lainnya di sini

Belajar Silsilah Hadits -1-





Belajar Sisilah Hadits.
Hadits Aziz.
Definisi
Menurut bahasa, merupakan sifat musyabbahah dari kata ‘azza ya ‘izzu yang artinya sedikit atau jarang; atau juga sifat musyabbahah dari kata ‘azza ya’azzu yang artinya kuat atau keras.
Disebut demikian karena sedikit atau jarang keberadaannya, atau juga kuat keberadaannya melalui jalur lain.
Menurut istilah, hadits yang perawinya berjumlah tidak kurang dari dua orang di seluruh tingkatan (thabaqat) sanadnya.
.
*************
Kunjungi juga Artikel lainnya di sini
Artikel Oleh : Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Minggu, 13 April 2014

Menjadi Pria Idaman Wanita


Menjadi Pria Idaman Wanita
"Wanita itu menginginkan Pria yang mapan sebagai suami bukan karena materialis tetapi memikirkan masa depan diri & anak-anaknya".
Soalnya wanita tersebut tidak yakin bahwa Allah ta'ala sudah menyiapkan rezeki untuk setiap manusia yang lahir di dunia.
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, ....." (Q.S. Huud : 6)
"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Q.S. Ath-Thaalaq : 2-3)
“Bukan termasuk golonganku orang yang khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah, kemudian ia tidak menikah”. (HR. Thabrani)
Dari Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shalllahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi).
Pikirkan lagi..
*************
Mari ber-BAGI agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ... 

Kunjungi juga Artikel lainnya di sini

Artikel Oleh : Provokator Nikah Muda Indonesia
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Jangan Nikah Muda -3-



Jangan Nikah Muda -3-
Jangan Nikah Muda, jika tidak ingin segera mendapatkan pahala kebaikan dari memandang wajah serta menyentuh tangan lawan jenis yang anda cintai.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)


Atau anda lebih memilih terus mendapatkan dosa dari memandang wajah dan menyentuh lawan jenis yang anda cintai?
Dari Ma’qil bin Yasar radhyiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ar-Ruyani, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi)
Pikirkan lagi.
*************
Kunjungi juga Artikel Terkait : Jangan Nikah Muda -2- di sini
Artikel Oleh : Provokator Nikah Muda Indonesia
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Sabtu, 12 April 2014

jangan nikah muda -2-



Jangan Nikah Muda -2-
Jangan Nikah Muda, jika anda tidak ingin disebut sebagai pecinta Sunnah Rasulullah.
Dari Anas Ibnu Malik radliyallaahu 'anhu.
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda:
"Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku."
(Muttafaq Alaihi)


Dari Aisyah radhiyallaahu 'anha
“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!” (HR. Ibnu Majah).
Pikirkan lagi
*************
Kunjungi juga artikel Terkait : Jangan Nikah Muda -1- di sini
Artikel Oleh : Provokator Nikah Muda Indonesia
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Jumat, 11 April 2014

Jangan Nikah Muda -1-



Jangan Nikah Muda -1-
Jangan Nikah muda, jika tidak ingin separuh agama anda segera disempurnakan.
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Barang siapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separuh lainnya.” (H.R. Baihaqi).



Pikirkan lagi..
kunjungi juga artikel lainnya : Ada yang mengatakan "Mencintai tidak harus memiliki" di sini
*************
Artikel oleh : Provokator Nikah Muda Indonesia
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Kamis, 10 April 2014

Ada yang mengatakan "Mencintai tidak harus memiliki"


Ada yang mengatakan "Mencintai tidak harus memiliki"
Merupakan sebuah kerugian besar jika kita harus meluangkan pikiran kita dan mengorbankan sesuatu yang kita punya untuk seseorang yang tidak akan kita miliki.
Mencintai Allah akan mengantarkan kita pada perjumpaan indah yang merupakan nikmat terindah di Syurga-Nya.


Mencintai Rasulullah akan menuntun kita menjadikan hidup beliau sebagai teladan sehingga diri kita tumbuh menjadi pribadi yang shalih berlandaskan Al Qur'an & As-Sunnah. Kecintaan itu akan berbuah syafaat keselamatan di akhirat.
Jika harus mencintai seseorang, maka cintailah pribadi yang akan jadi "milik" anda dalam bingkai rumah tangga yg sah. Menjalani kehidupan dunia bersama dalam ketaatan dan di Syurga bertemu dan berkumpul lagi dalam kebahagiaan.
Atau maukah Anda memberikan perasaan cinta kepada seseorang yang justru akan dimiliki oleh orang lain?
JIKA CINTA, MAKA KITA HARUS MEMILIKINYA! JIKA TIDAK BISA MEMILIKINYA, MAKA JANGAN MENCINTAINYA.
*************
Mari ber-BAGI agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ...
 kunjungi juga artikel lainnya : bahaya terlalu banyak tertawa di sini
Artikel Oleh :  Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Rabu, 09 April 2014

Bahaya Tertawa Yang Berlebihan





Untukmu Saudaraku Yang Banyak Tertawa!
Abu Idris Al-Khaulani meriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata bahwa Rasulullah shalllahu 'alaihi wa sallam, bersabda : "Jauhilah olehmu banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu dapat mematikan hati dan menghilangkan wibawa."
Diambil dari kitab Nasha-ihul 'ibad, Rasulullah shalllahu 'alaihi wa sallam, bersabda: "Barangsiapa banyak tertawa, maka dia akan disiksa dengan sepuluh macam siksaan, yaitu : hatinya mati, kehilangan wibawa, disenangi setan, tidak disukai Allah, akan menemui hisab yang berat (sulit) pada hari kiamat, Rasulullah saw. akan berpaling darinya pada hari kiamat, malaikat pada mengutuknya, penghuni langit dan bumi membenci dirinya, dia akan lupa segalanya, dan segala aibnya akan dibeberkan pada hari kiamat."
Lalu apakah kita dilarang untuk tertawa?
Abdullah bin al Harits radhiallahu ‘anhu mengatakan, ”Tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya sekedar senyum.” (HR. Tirmidzi).
Dalam Hadits yang lain yang diriwayatkan Aisyah RA isteri Nabi Muhammad SAW, bahwa dia berkata, “Saya tak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR Bukhari-Muslim).

Maka pahamilah wahai, memperbanyak tertawa adalah sifat tercela sebagaimana
sabda Rasulullah:
"Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya seandainya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui, niscaya kalian pasti akan sedikit tertawa dan banyak menangis ".
Mari belajar menyempurnakan akhlaq kita sebagaimana Sunnah Rasulullah shalllahu 'alaihi wa sallam.

kunujungi juga artikel lainnya : sunnah sholat menghadap sutrah di sini

Artikel Oleh :  Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal

Sunnah Sholat Menghadap Sutrah


Sunnah Sholat Menghadap Sutrah
Di antara sunnah yang mulai luntur di tengah kaum muslimin sekarang terkait ibadah sholat, adalah menghadap sutrah ketika sholat.
Sutrah secara bahasa arab artinya apapun yang dapat menghalangi (lihat Qamus Al Muhith).

Dalam terminologi ilmu fiqih, sutrah artinya segala sesuatu yang berdiri di depan orang yang sedang sholat, dapat berupa tongkat, atau tanah yang disusun, atau semacamnya untuk mencegah orang lewat di depannya (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah, 3/176-177).
Menghadap sutrah ketika sholat adalah hal yang disyariatkan. Banyak hadits yang mendasari hal ini diantaranya :
Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إذا صلَّى أحدُكم فلْيُصلِّ إلى سُترةٍ ولْيدنُ منها
“Jika seseorang mengerjakan sholat maka sholatlah dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya” (HR. Abu Dawud ).
Dari Sabrah bin Ma’bad Al Juhani radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
سُتْرَةُ الرَّجُلِ فِي الصَّلَاةِ السَّهْمُ ، وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ ، فَلْيَسْتَتِرْ بِسَهْمٍ
“Sutrah seseorang ketika sholat adalah anak panah. Jika seseorang diantara kalian sholat, hendaknya menjadikan anak panah sebagai sutrah” (H.R. Ahmad).
Juga Hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
لَا تُصَلِّ إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ، وَلَا تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ، فَإِنْ أَبَى فَلْتُقَاتِلْهُ؛ فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ
“Janganlah sholat kecuali menghadap sutrah, dan jangan biarkan seseorang lewat di depanmu. Jjika ia enggan dilarang maka perangilah ia, karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan)” (HR. Ibnu Khuzaimah).
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sholat maka hendaknya dia meletakkan sesuatu di hadapannya, jika tidak mendapatkan maka hendaknya dia menancapkan tongkat, jika dia tidak mempunyai tongkat maka hendaknya dia membuat garis, maka apa yang lewat di depannya tidak merugikannya.” (Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
*************
Mari ber-BAGI agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ... 

Artikel Oleh :  Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal

Selasa, 08 April 2014

Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid & Keburukan Yang Meninggalkannya


Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid & Keburukan Yang Meninggalkannya.
 Shalat tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap saat, ketika seseorang masuk masjid dan bermaksud duduk di dalamnya.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (H.R. Bukhari - Muslim)
Imam Syaukani rahimahullah berpendapat, “Bahwa shalat Tahiyatul Masjid disyari’atkan, meskipun berkali-kali masuk ke masjid, sebagaimana secara ekplisit dinyatakan dalam hadits. (Nailul Authar: 3/70)
Tahiyatul masjid tergolong sebagai penghormatan terhadap masjid. Hal itu sepadan dengan ungkapan salam ketika masuk ke suatu tempat, sebagaimana seorang yang memberi salam kepada sahabatnya ketika bertemu.
Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dari hadits Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, dia pernah masuk masjid, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya padanya, “Apakah kamu sudah shalat dua rakaat?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Bangunlah, laksanakan dua rakaat!”
Keburukan meremehkan Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata, “Aku Mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah seseorang melalui (masuk) masjid, namun tidak melakukan shalat dua rakaat di dalamnya.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)
Al-Hasan al-Bashri pernah ditanya :
“Tidakkah Anda benci kalau ada seseorang lewat di dalam masjid lalu tidak shalat di dalamnya?
Beliau menjawab, “Pasti (saya benci).” (Al-Mushannaf - Abdul Razaq)
*************
Mari ber-BAGI agar saudara2 kita mendapatkan manfaatnya ... 

Artikel Oleh :  Muhammad Armansal
Twitter : @Muh_Armansal
FB : Muhammad Armansal
FB : Muhammad Armansal